Harga Tiket Pesawat Promo Di Naikkan Maskapai
JAKARTA: Maskapai penerbangan menyiasati kenaikan harga avtur dengan tetap mempertahankan alokasi untuk tarif tiket pesawat promo, hanya saja harga tiket pesawat nya dinaikkan Rp20.000 per lembar.
Selain itu, mereka juga menempuh pola subsidi silang penjualan tiket pesawat antara rute penerbangan gemuk dengan rute penerbangan sepi penumpang.
Pauline Suharno, Ketua Bidang Tiketing Domestik DPP Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo), mengatakan maskapai sudah mulai menaikkan tarif tiket pesawat promo secara berkala mulai awal tahun ini.
“Tarif tiket pesawat promo itu pada Januari naik Rp5.000 dari harga normal, lalu pada bulan ini kembali dinaikkan Rp20.000. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda penumpang akan sepi, karena penaikan itu dirasakan belum signifikan,” ujarnya kemarin.
Salah satu maskapai yang menerapkan subsidi silang penjualan tiket pesawat adalah Indonesia AirAsia. Maskapai itu memilih strategi subsidi silang antarrute dan menaikkan tarif tiket pesawat promo, selain mengurangi jatah kursi untuk penerbangan dengan potongan harga tiket pesawat itu.
Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia (IAA) Audrey Progastama Petriny mengatakan pihaknya memilih strategi subsidi dari rute yang padat ke jalur penerbangan yang beban operasionalnya dinilai terlalu berat.
“Kami juga mengurangi penjualan tiket promo yang jumlahnya berbeda di setiap rute, selain juga membagi beban pada rute yang cukup kuat. IAA juga menerapkan fuel management dan fuel hedging secara hati-hat,” jelasnya.
Volume penumpang
Seorang eksekutif di maskapai yang enggan diungkapkan jati dirinya mengatakan alokasi kursi untuk tiket promo itu sangat fleksibel bergantung dari tingkat load factor atau isian penumpang.
“Kalau mendekati keberangkatan dinilai masih kurang penumpangnya, maka akan ditambah kursi promo itu. Tiket promo itu untuk menarik masyarakat agar melirik maskapai. Tapi biasanya jumlahnya tidak begitu banyak,” jelasnya.
Strategi IAA yang mengurangi penjualan tiket pesawat promo juga sama dengan yang dipilih oleh Lion Air dan Garuda.
Yang jelas, langkah tersebut banyak ditempuh maskapai untuk menyiasati kenaikan harga avtur sebesar 17% menjadi sekitar Rp9.400 per liter. Komponen bahan bakar sendiri merupakan elemen terbesar biaya operasional maskapai, yaitu berkisar 28% hingga 30% untuk setiap penerbangan.
Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengkhawatirkan adanya penurunan jumlah penumpang pesawat menyusul potensi penaikan tarif tiket akibat melonjaknya harga jual avtur.
Sekjen INACA Tengku Burhanuddin mengatakan maskapai harus mengimbangi membengkaknya biaya operasional, dan salah satu caranya adalah menaikkan harga jual tiket pesawat.
“Kalau harga minyak dunia melonjak, penyesuaian bukan hanya terjadi di tarif tiket pesawat, tetapi yang lainnya juga. Karena itu dikhawatirkan masyarakat menunda perjalanan dengan pesawat,” jelasnya kepada Bisnis, kemarin.
Dia mengatakan pihaknya sangat mengharapkan penurunan penumpang pesawat tidak terjadi, karena itu maskapai-maskapai anggota INACA akan berkonsolidasi untuk kemudian berkoordinasi dengan pemerintah agar ada jalan keluar mengenai masalah bahan bakar ini.
Dalam KM No. 26/2010 tentang Tarif Tiket Pesawat Kelas Ekonomi, pemerintah menetapkan tarif batas atas dengan skema harga jual avtur Rp10.000.
Artinya, jika harga jual avtur melebih Rp10.000, kemungkinan maskapai meminta adanya revisi tarif batas atas, yang tercantum dalam keputusan menteri tersebut.
VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan pihaknya tidak bisa memprediksi apakah harga jual avtur bisa menembus Rp10.000 atau tidak, yang jelas harga jual akan direvisi setiap 2 minggu sekali dan disesuaikan dengan kondisi pasar.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengusulkan agar fuel surcharge atau komponen biaya tambahan bahan bakar diberlakukan kembali, karena revisi KM diyakini akan memakan waktu cukup lama. (sut)
Sumber : http://www.bisnis.com/infrastruktur/transportasi/11524-maskapai-naikkan-harga-tiket-promosi
JAKARTA: Maskapai penerbangan menyiasati kenaikan harga avtur dengan tetap mempertahankan alokasi untuk tarif tiket pesawat promo, hanya saja harga tiket pesawat nya dinaikkan Rp20.000 per lembar.
Selain itu, mereka juga menempuh pola subsidi silang penjualan tiket pesawat antara rute penerbangan gemuk dengan rute penerbangan sepi penumpang.
Pauline Suharno, Ketua Bidang Tiketing Domestik DPP Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo), mengatakan maskapai sudah mulai menaikkan tarif tiket pesawat promo secara berkala mulai awal tahun ini.
“Tarif tiket pesawat promo itu pada Januari naik Rp5.000 dari harga normal, lalu pada bulan ini kembali dinaikkan Rp20.000. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda penumpang akan sepi, karena penaikan itu dirasakan belum signifikan,” ujarnya kemarin.
Salah satu maskapai yang menerapkan subsidi silang penjualan tiket pesawat adalah Indonesia AirAsia. Maskapai itu memilih strategi subsidi silang antarrute dan menaikkan tarif tiket pesawat promo, selain mengurangi jatah kursi untuk penerbangan dengan potongan harga tiket pesawat itu.
Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia (IAA) Audrey Progastama Petriny mengatakan pihaknya memilih strategi subsidi dari rute yang padat ke jalur penerbangan yang beban operasionalnya dinilai terlalu berat.
“Kami juga mengurangi penjualan tiket promo yang jumlahnya berbeda di setiap rute, selain juga membagi beban pada rute yang cukup kuat. IAA juga menerapkan fuel management dan fuel hedging secara hati-hat,” jelasnya.
Volume penumpang
Seorang eksekutif di maskapai yang enggan diungkapkan jati dirinya mengatakan alokasi kursi untuk tiket promo itu sangat fleksibel bergantung dari tingkat load factor atau isian penumpang.
“Kalau mendekati keberangkatan dinilai masih kurang penumpangnya, maka akan ditambah kursi promo itu. Tiket promo itu untuk menarik masyarakat agar melirik maskapai. Tapi biasanya jumlahnya tidak begitu banyak,” jelasnya.
Strategi IAA yang mengurangi penjualan tiket pesawat promo juga sama dengan yang dipilih oleh Lion Air dan Garuda.
Yang jelas, langkah tersebut banyak ditempuh maskapai untuk menyiasati kenaikan harga avtur sebesar 17% menjadi sekitar Rp9.400 per liter. Komponen bahan bakar sendiri merupakan elemen terbesar biaya operasional maskapai, yaitu berkisar 28% hingga 30% untuk setiap penerbangan.
Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengkhawatirkan adanya penurunan jumlah penumpang pesawat menyusul potensi penaikan tarif tiket akibat melonjaknya harga jual avtur.
Sekjen INACA Tengku Burhanuddin mengatakan maskapai harus mengimbangi membengkaknya biaya operasional, dan salah satu caranya adalah menaikkan harga jual tiket pesawat.
“Kalau harga minyak dunia melonjak, penyesuaian bukan hanya terjadi di tarif tiket pesawat, tetapi yang lainnya juga. Karena itu dikhawatirkan masyarakat menunda perjalanan dengan pesawat,” jelasnya kepada Bisnis, kemarin.
Dia mengatakan pihaknya sangat mengharapkan penurunan penumpang pesawat tidak terjadi, karena itu maskapai-maskapai anggota INACA akan berkonsolidasi untuk kemudian berkoordinasi dengan pemerintah agar ada jalan keluar mengenai masalah bahan bakar ini.
Dalam KM No. 26/2010 tentang Tarif Tiket Pesawat Kelas Ekonomi, pemerintah menetapkan tarif batas atas dengan skema harga jual avtur Rp10.000.
Artinya, jika harga jual avtur melebih Rp10.000, kemungkinan maskapai meminta adanya revisi tarif batas atas, yang tercantum dalam keputusan menteri tersebut.
VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan pihaknya tidak bisa memprediksi apakah harga jual avtur bisa menembus Rp10.000 atau tidak, yang jelas harga jual akan direvisi setiap 2 minggu sekali dan disesuaikan dengan kondisi pasar.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengusulkan agar fuel surcharge atau komponen biaya tambahan bahan bakar diberlakukan kembali, karena revisi KM diyakini akan memakan waktu cukup lama. (sut)
Sumber : http://www.bisnis.com/infrastruktur/transportasi/11524-maskapai-naikkan-harga-tiket-promosi
ARTIKEL TERKAIT:

Mohon infokan harga tiket promo Jakarta-Banda Aceh tanggal 6/7 September 2011, mohon kirim ke e-mail azmie_syahid@yahoo.co.id... Terima Kasih
BalasHapusMas/Mbak...Tolong infokan harga tiket pp promo atau Harga Normal dari padang Ke jakarta berangkatnya tgl 26 juni 2011, Mohon Infonya di Email:dijihanfellayusatri@ymail.com
BalasHapuspermisi mau nanya...klo harga tiket lion air..batavia dan sriwijaya untuk tanggal 8 septmber 2011 rute bengkulu ke jogjakarta...
BalasHapuskirim email
girlz_lovely15@yahoo.com
mw tanya dong, kalo harga tiket pekanbaru - jakarta untuk tgl 28 agustus brp yaahh??
BalasHapuskirim k'email..
eviduank@ymail.com
thxs ya..
PAGI....
BalasHapusSaya mau bertanya,berapa harga tiket pesawat dari jakarta ke medan berangkat malam...???
Dan dari Jakarta ke pekanbaru......??
Kirim ke e-mail saya yach...
Marbun_pines@yahoo.com
mas saya butuh tiket pesawat tanggal 56 atau 7,,,
BalasHapustujuan surabaya waingapu.